Tampilkan postingan dengan label ARTIKEL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ARTIKEL. Tampilkan semua postingan

25 Juni 2010

LALAI...


Beberapa hari ini, aku mengalami kejenuhan dalam hidup, terjerembab dalam kubangan kelalaian yang terus-terusan kuulangi walau tahu itu salah. Tiba-tiba seorang teman mintq tolong kepadaku lewat sms, belum lagi Tugas2 kuliah belum aku kerjakan mulai dari makalah , penelitian dan semuanya… karena aku harus nyari bahan buat materi makalah dan penelitianku tiba-tiba aku menemukan buku yang sangat lama, dalam buku itu ada beberapa tulisan dan kalimat yang menyentuh hatiku….!!
Dalam buku itu adalah : Tenangkan diri, Do what you can do because Allah, Ikhlas, the key for succes , Hidup adalah perjuangan, perjuangan butuh pengorbanan, so.. never give up , Biar hidup lebih baik, Allah give us some activity, Whoever you are, Allah will have and love you if you work hard, pray and wherever you are, you always remember to Allah, Yakin, be sure to Allah will give more spirit for you, Basmallah, say it before you do something, Rancang, List what you do and do what you listed, Tolak ukur, don’t see the result but the process.
Insya Allah kata-kata itu yang membuatku untuk berhenti merenungi sesuatu yang telah tinggal kenangan, kata-kata itu yang membuatku bangun dari tidur , tidur dalam kelalaian. Kata - kata itu yang membuatku untuk semangat, semangat untuk memperbaiki diri, kata-kata itu yang membuatku untuk menjadi lebih baik…..! Amien....!!!

23 Juni 2010

COBALAH...!!!!


Keinginan untuk mengalahkan orang lain adalah awal dari kekalahan diri sendiri. Kegagalan dapat dibagi menjadi dua sebab, yakni: Orang yang berfikir tapi tidak pernah bertindak, dan orang yang bertindak tapi tidak pernah berfikir.  Rasa takut gagal adalah penyebab kegagalan yang pasti  Rasa takut sebenarnya ada untuk mendorong Anda maju, bukan untuk menahan Anda. Biarkan rasa takut mengajarkan Anda Biarkan rasa takut mempersiapkan Anda Tetapi jangan biarkan rasa takut menghentikan Anda.  Rasa takut membuat Anda lebih waspada . rasa takut memberi energi ekstra. Rasa takut membuat Anda mampu mengatasi tantangan tersulit. Tidak ada yang mampu mendorong sumber daya dalam diri Anda lebih dari rasa takut. 
Kegagalan paling abadi adalah kegagalan untuk mulai bertindak. Bila Anda sudah mencoba dan ternyata gagal, Anda memperoleh sesuatu yang berharga, bisa dipelajari dan mungkin dicoba kembali. Anda tidak akan pernah gagal bila Anda terus mencoba.  Saat salah satu pintu kebahagiaan tertutup, pintu yang lain terbuka. Hanya seringkali kita terpaku begitu lama pada pintu yang tertutup sehingga tak melihat yang telah terbuka untuk kita. Dibalik kesalahan tersimpan kesempatan yang tersembunyi. Kesalahan memimpin Anda untuk mengambil tindakan yang lebih baik.  Jika kita memulainya dengan keraguan, maka kita akan berakhir dalam ketidakpastian Tetapi jika kita memulainya dengan keyakinan, bersungguh-sungguh dan bersabar menjalankannya, maka insyaallah kita akan berakhir dalam kesuksesan dan mendapatkan apa yang kita butuhkan.

21 Maret 2010

MENGELUH..? HILANGKAN !!!

             Pada dasarnya keluhan adalah belenggu yagn sering kali menghinggapi setiap manusia . Mengeluh menjadi satu indikator ketidakmampuan dan keputusasaan. Orang yang sering mengeluh sebenarnya akan menghambat dirinya sendiri. Setiap kali keluhan muncul berarti seseorang telah memasung dirinya sendiri, apalagi jika keluhan itu diikuti dan didukung orang lain, maka sulit untuk mencapai satu prestasi terbaik. Keluhan yang sudah dibenarkan oleh diri sendiri dan orang lain akan didikuti dengan keluhan .puncaknya adalah memiliki pribadi yang tidak mau mengoreksi diri sendiri tetapi hanya berusaha dan cenderung menyalahkan orang lain. Memang ketika kita mengeluh tentang sesuatu masalah kemudian kita tuangkan rasanya sudah puas dan sepertinya permasalahan tersebut sudah selesai. Padahal itulah yang akan menghambat perjalanan kita.
            Kemudian bagaimana cara menyelesaikan permasalahan tersebut ? sebenarnya ada banyak cara untuk menyelesaikannya pertama, berfikir sejenak bagaimana masalah tersebut dapat terjadi , karena apa itu bisa terjadi. Nah dengan menilik ke belakang, kemudain kita akan tahu apa yang menjadi sebab masalah itu muncul. Dengan itu kita dapat melakukan pengamatan berkelanjutan, ditulis akan lebih baik, memang agak menyita waktu, tapi akan terjadi sebuah proses yang lebih baik. Seseorang bisa mendapatkan pengalaman lebih lanjut, kemudian akan menemukan solusi. Kedua, dengan menyandarkan diri kita kepada Allah SWT. Kita akan dapat ketenangan dan ketentraman jiwa , maka tidak salah ketika orang barat mengatakan bahwa “ agama adalah candu ” dan pandai-pandailah bersyukur atas segala yang telah diterima . Ketiga, coba pergi ketempat yang munkin tempat itu sejuk dan indah seperti pegunungan atau pedesaan yang alamnya hijau. Maka denga itu insayaAllah akan dapat menyejukkan dan menentramkan hati kita. Selamat Mencoba !

26 Februari 2010

Be Better..

              Dalam ber’aktivitas tentunya ada rasa penuh semangat , yang kemudian harus kita pupuk dan dihidupkan dalam diri kita , agar senantiasa dalam menjalani kehidupan yang kita lalui kondisinya manjadi lebih baik dari hari kemarin.”barang siapa hari ini lebih baik dari kemarin maka ia termasuk orang yang beruntung “ ( Al Hadis ). Nah setidaknya ada 2 ( dua ) semangat yang perlu dan harus ada dalam diri kita.
              Pertama, yaitu semangat untuk memperbaiki diri, semangat ini hendaknya ada dalam diri kita untuk menghiasi hari-hari kita, dengan semangat ini kita harus senang dan selalu berterima kasih kepada siapapun yang telah memberikan kritik dan saran sepedas apapun itu kepada kita, karena itu semua merupakan anugerah dan rizqi yang tak ternilai. Kemudain dengan menerima hal itu kita dapat belajar, belajar untuk menghargai orang lain bukan belajar untuk menilai orang lain. Tidak pernah malu dan sungkan untuk bertanya dan meminta pendapat kepada siapapun, “ Lihatlah apa yang dikatakan dan jangan melihat siapa yang mengatakan “ ( al Hadis ), semangat ini tidak akan menghinakan dan tidak akan merugikan diri kita, tetapi insya Allah orang lain justru lebih mencintai dan menghormati orang yang mau mendengar dan menerima keritikan, daripada orang yang hanya sibuk untuk membela diri dan menimpakan kesalahan kepada orang lain.
                Semangat yang kedua, yaitu semangat untuk menuntut ilmu, jadikan semangat ini sebagai hal yang penting untuk menambah pengetahuan dan pengalaman, maka dari itu sediakanlah waktu, anggaran dan tenaga khusus untuk meningkatkan dan menambah ilmu sehingga wawasan kita menjadi luas , dan pengetahuan kita kian dalam tentang apapun.semuanya itu akan memperbaiki kualitas diri kita dalam apapun; berbicara, bersikap, menambah kearifan dalam memutuskan persoalan dan lebih bijak dalam bertindak. Maka dengan itu semua kita dapat lebih menghormati orang lain dan dihormati orang lain.
Apabila kita dalam ber’aktivitas baik itu dalam sekolaan, kampus ataupun bekerja dan ibadah kita senantiasa mengerjakannya dengan persiapan dan perencanaan yang matang dan bertanggung jawab atas apa yang telah dilakukan maka dengan hal ini kita akan dapat menjadi contoh yang bisa menulari kepada orang-orang yang ada di sekitar kita , baik dalam rumah , sekolahan , kampus atau tempat kerja. Apabila itu semua kita lakukan dengan keikhlasan , kejujuran dan keistiqomahan maka insya Allah itu semua akan bernilai ibadah. Dengan keikhlasan , kejujuran akan membawa kita dalam ranah kebenaran dan dapat dipercaya oleh semua orang walaupun terkadang itu semua membuat kita terpojok. terkucil dan pahit dirasa. “katakanlah tentang kebenaran walaupun pahit (rasanya) “ ( Al Hadis ).
                Tetapi dengan kita membiasakan selalu jujur insya Allah dalam melakasanakan apapun akan dilindungi oleh Allah SWT. Karena sesungguhnya Allah lah yang maha menilai prilaku kitas semua dan yakinilah tak akan pernah untung sama sekali dengan ketidakjujuran , selain kerugian yang mendera dan menghancurkan. Oleh karena itu agar prilaku kita menjadi baik ada beberapa pion yang harus kita ketahui, pertama, berfikirlah sebelum bertindak , karena dengan itu kita dapat berhati-hati dalam bersikap. Kedua, jangan berbohong atau terpancing untuk berbohong, bertanyalah kepada hati nurani sebelum mengeluarkan kata-kata (ucapan) . katakanlah hanya yang kita yakini kebenarannya, jangan pernah takut dianggap bodoh karena tidak sanggup menjawab. Biasakanlah berkata apa adanya dalam kondisi yang tepat serta dibutuhkan, ketiga, jangan pernah mudah membuat janji , pastikan ketika setiap berjanji benar-benar ditepati dan memenuhi janji itu walaupun harus berkorban banyak hal. Keempat, Tepat waktul (on time ) dalam segala hal jangan terlambat atau gemar menunda – nunda sesuatu dan dan itu akan membuang banyak kesempatan ( Do Its.. ). Kelima, berusahalah untuk berubah memperbaiki diri dan melakukan yang terbaik karena pintu untuk memperbaiki diri ( tidak melakukan kesalahan lagi ) masih terbuka dan tidak ada kata terlambat. WALLAHU ‘ALAM.. ( Mq ).

31 Desember 2009

Dakwah Kultural


Dakwah Kultural
Untuk membangun kehidupan sosial yang lebih baik, Muhammadiyah dan Aisyiyah telah mempunyai amal usaha yang tersebar di masyarakat dalam berbagai bidang, di antaranya pendidikan, kesehatan, sosial dan keagamaan. Untuk meningkatkan kualitas usaha tersebut, telah dimiliki pula konsep dakwah jamaah dan dakwah kultural, yang menggunakan wawasan dan bentuk budaya sebagai media dakwah.
Dari tema Muktamar Aisyiyah Ke-45 nanti, secara eksplisit disebutkan bahwa pembangunan masyarakat yang akan dituju adalah terbentuknya masyarakat madani. Hal ini sinkron dengan pencerahan peradaban yang akan dilakukan Muhammadiyah, karena dalam konsep masyarakat madani mempunyai karakteristik yang memberikan penghargaan dan perlindungan terhadap hak-hak individu, pluralisme, dan transparansi. Kesemuanya itu merupakan unsur-unsur dari sebuah peradaban yang luhur.
Untuk mewujudkan masyarakat madani, tentu bukan pekerjaan yang ringan, karena di era globalisasi ini terjadi gesekan dan tarik ulur antara nilai agama dengan budaya, sebagai dampak negatif dari kemajuan informasi dan komunikasi,yang sulit dibendung.
Di samping faktor eksternal, dari sisi internal, tampaknya perlu ada pembenahan agar tercipta pemahaman terhadap pemikiran, langkah dan gerak untuk mewujudkan tujuan persyarikatan.
Muhammadiyah dengan konsep dakwah jamaah dan dakwah kulturalnya, sesungguhnya telah mempunyai alat untuk membangun masyarakat madani di Indonesia. Sayangnya, konsep itu masih terhenti pada tataran teoritis, karena adanya polemik internal yang berkisar pada "status budaya lokal itu termasuk dalam kategori TBK (takhayul, bid'ah, dan khurafat) atau tidak. Hal semacam ini menimbulkan kegamangan pada sebagian anggota persyarikatan atau organisasi otonomnya, untuk melakukan dakwah kultural,yang menggunakan media budaya lokal untuk membumikan ajaran Islam.
Perbedaan paradigma kebudayaan yang masih menimbulkan kontroversi semacam ini, perlu dicari titik temunya,sehingga konsep dakwah kultural dapat dipahami dan direalisir. Untuk itu, fungsi ijtihad sangat signifikan untuk menjawab persoalan kontemporer yang muncul di masyarakat, sehingga ruh ijtihad yang menjadi sumber pembaharuan tidak akan redup,dan berdampak pada tumbuhnya dinamika dalam menyikapi isu-isu global.
Secara riil, tampaknya telah banyak warga Muhammadiyah yang secara individu melaksanakan ijtihad dalam berbagai persoalan kontemporer. Namun sering dilanda keraguan, karena menunggu petunjuk atau keputusan organisasi, sehingga terjadi keterlambatan dalam menyikapi persoalan baru yang bergulir begitu cepat di era global ini.
Budaya memiliki sifat dinamis, dan selalu mengalami perubahan. Karena itu, Islam memberikan prinsip kebebasan dan selektivitas dalam menghadapi produk budaya. Dari mana pun datangnya budaya itu, boleh diterima asal tidak bertentangan dengan asas teologi kebudayaan Islam (tauhid) dan asas kemanfaatan budaya (rahmatan li al-'alamin).
Ulama fikih telah memberikan pula perangkat metodologisnya melalui konsep 'urf yang mengakui adat dan budaya setempat sebagai bagian dari hukum Islam (al 'adah muhakkamah ). Apabila merujuk pada sejarah masa Rasulullah, maka ditemukan pula pengakuan terhadap eksistensi tradisi atau adat kesukuan / budaya lokal, sebagaimana tersirat dalam Piagam Madinah, pasal 2-10. Kiranya hal ini dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam mencari jawaban dari persoalan budaya yang selalu berubah, dan membutuhkan langkah cepat dan tepat untuk mengantisipasinya, sehingga Muhammadiyah dan Aisyiyah akan lebih berperan dalam ikut menyelesaikan persoalan budaya, yang menghambat terwujudnya masyarakat madani di Indonesia.